Industri Penerbangan Mulai Mengarah Pertumbuhan Lebih Berkelanjutan

Bisnis.com, JAKARTA — Upaya membangun ekosistem penerbangan nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan mengemuka di tengah kebutuhan industri untuk meningkatkan daya saing global sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) menilai transformasi menyeluruh di sektor aviasi menjadi kunci, tidak hanya dari sisi operasional, tetapi juga kolaborasi lintas sektor dalam satu ekosistem.

Hal tersebut akan menjadi fokus utama dalam Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Juli 2026 di Jakarta, sebagai forum strategis yang mempertemukan regulator, operator, hingga pelaku industri global.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja menyampaikan bahwa pembangunan sistem penerbangan nasional tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis pendekatan ekosistem yang terintegrasi.

Tema Sustainable Aviation Ecosystem yang diusung mencerminkan kebutuhan industri untuk bertransformasi secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, teknologi, hingga model bisnis.

“Hal tersebut sangat penting mengingat tahun 2026 diharapkan menjadi titik tolak untuk lebih meningkatkan industri penerbangan nasional Indonesia sehingga dapat membantu target pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029 sekaligus menjadikan industri penerbangan nasional mampu lebih bersaing di tingkat internasional,” jelasnya, Senin (27/4/2026).

Pendekatan ini menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya terkait pengurangan emisi karbon, tetapi juga mencakup efisiensi operasional, penguatan infrastruktur, hingga kolaborasi antara pemerintah, maskapai, bandara, penyedia energi, dan institusi riset.

Dalam konteks tersebut, pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF), modernisasi bandara, serta efisiensi manajemen lalu lintas udara menjadi bagian dari agenda transformasi yang dibahas.

Selain aspek lingkungan, penguatan ekosistem juga diarahkan untuk meningkatkan konektivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, seiring peran strategis sektor penerbangan dalam mendukung mobilitas dan logistik.

Forum IAS 2026 juga dinilai penting sebagai ruang konsolidasi kebijakan dan strategi industri, mengingat target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029 membutuhkan dukungan sektor transportasi yang kuat.

Transformasi Danantara Perkuat Kinerja Bisnis InJourney AirportsDengan melibatkan pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri, forum ini diharapkan mampu merumuskan arah pengembangan industri penerbangan Indonesia yang lebih adaptif, inklusif, dan kompetitif di tingkat global.

AVIATION INDUSTRY SHIFTS TOWARD MORE SUSTAINABLE GROWTH

Bisnis.com, JAKARTA — Efforts to build an integrated and sustainable national aviation ecosystem are gaining prominence amidst the industry’s need to enhance global competitiveness while supporting national economic growth targets.

The Indonesia National Air Carriers Association (INACA) considers comprehensive transformation within the aviation sector to be key—not only regarding operations but also through cross-sector collaboration within a unified ecosystem.

This will be the primary focus of the Indonesia Aero Summit (IAS) 2026, scheduled for July 8–9, 2026, in Jakarta; the event serves as a strategic forum bringing together regulators, operators, and global industry players.

INACA Chairman Denon Prawiraatmadja stated that developing the national aviation system cannot be done piecemeal; instead, it requires an integrated ecosystem-based approach.

The summit’s theme, “Sustainable Aviation Ecosystem,” reflects the industry’s need for comprehensive transformation across policies, technology, and business models.

“This is crucial, as 2026 is expected to serve as a springboard to further boost Indonesia’s national aviation industry, thereby helping the government achieve its target of 8% national economic growth by 2029 and enabling the industry to compete more effectively on the international stage,” he explained on Monday (April 27, 2026).

 

This approach emphasizes that sustainability extends beyond carbon emission reduction to encompass operational efficiency, infrastructure strengthening, and collaboration among the government, airlines, airports, energy providers, and research institutions.

In this context, the development of sustainable aviation fuel (SAF), airport modernization, and air traffic management efficiency are key components of the transformation agenda being discussed. Beyond environmental considerations, strengthening the ecosystem also aims to enhance national connectivity and drive regional economic growth, reflecting the aviation sector’s strategic role in supporting mobility and logistics.

The IAS 2026 forum is also considered a vital platform for consolidating industry policies and strategies, particularly given that the government’s target of achieving 8% economic growth by 2029 requires robust support from the transportation sector.

By engaging domestic and international stakeholders, the forum is expected to formulate a development trajectory for Indonesia’s aviation industry that is more adaptive, inclusive, and globally competitive.